Tahapan Plester Kolam Renang, Ini Fungsi dan 6 Tahapannya

Tahap plester kolam renang adalah proses pengaplikasian campuran semen dan pasir ke seluruh permukaan beton kolam, baik lantai maupun dinding, untuk meratakan bidang sebelum pemasangan material finishing. Tahapan ini sangat penting karena menentukan kekuatan struktur, tingkat kedap air, dan kerapian hasil akhir kolam Anda.

Tahapan Plester Kolam Renang

Pernahkah Anda melihat kolam renang yang keramiknya tampak bergelombang atau tidak simetris? Hal itu biasanya terjadi karena proses perataan bidang yang kurang teliti sejak awal.

Fungsi Plester Kolam Renang

Melakukan plesteran bukan sekadar menutup permukaan beton yang kasar. Ada alasan teknis yang mendalam mengapa tim kami di Sriwijaya Pool sangat memperhatikan detail pada bagian ini. Berikut adalah beberapa fungsi utamanya:

  • Meratakan Permukaan (Leveling): Menutup ketidakteraturan pada beton hasil cor agar permukaan benar-benar rata dan simetris. Hal ini akan sangat memudahkan saat proses pemasangan keramik atau mozaik nantinya.
  • Melindungi Lapisan Waterproofing: Bertindak sebagai lapisan pelindung bagi material waterproofing agar tidak mudah terkelupas atau rusak akibat gesekan saat proses konstruksi lanjutan berjalan.
  • Menyesuaikan Dimensi: Memastikan ukuran panjang, lebar, dan kedalaman kolam tetap presisi sesuai dengan rencana awal setelah dikurangi ketebalan material pelapis lainnya.
  • Mencegah Kebocoran: Jika dicampur dengan bahan aditif yang tepat (seperti lem beton), plesteran membantu meningkatkan daya tahan beton terhadap tekanan air yang konstan dari dalam kolam.

Baca juga: Spesialis Perbaikan Kolam Renang Bocor, Ini Solusinya

Tahapan Plester Kolam Renang, Ternyata Tidak Bisa Sembarangan

Meskipun kelihatannya sederhana, proses plester kolam renang ini bisa berdampak pada ketahanan konstruksi kolam renang untuk jangka panjang.

Pemakaian Waterproofing yang Benar Perlindungan Maksimal untuk Struktur Kolam Renang

Berikut ini gambaran umum mengenai tahapannya, sebagai catatan beberapa kontraktor mungkin menerapkan teknik yang berbeda.

1. Persiapan Permukaan Beton (Surface Preparation)

Pertama, sebelum plester ditempel permukaan beton hasil cor harus dipastikan bersih seutuhnya. Kontraktor akan membuang sisa-sisa kawat bendrat, debu, atau sisa minyak bekas bekisting yang menempel.

Setelah bersih, dinding beton akan dibasahi secukupnya. Tahukah Anda mengapa pembasahan itu perlu? Hal ini dilakukan agar air dari adukan plester tidak langsung terserap habis oleh beton yang kering, yang mana jika dibiarkan bisa memicu munculnya retak rambut pada dinding.

2. Pemasangan Kepala Plesteran (Leveling Guides)

Ini adalah kunci agar dinding kolam tegak lurus dan lantai memiliki kemiringan yang tepat. Tukang akan menarik benang secara vertikal dan horizontal untuk menentukan ketebalan plesteran (biasanya 2–3 cm). Setelah itu, dibuatlah “kepalaan” atau lajur-lajur semen tipis sebagai patokan.

3. Pembuatan Adukan Material

Kualitas adukan sangat menentukan ketahanan kolam terhadap beban air. Kontraktor biasanya menggunakan rasio campuran 1 semen menyesuaikan dengan kebutuhan.

Selain itu, sangat disarankan menggunakan adukan dengan bonding agent atau cairan penguat beton (seperti Sika Cim). Cairan ini berfungsi meningkatkan daya rekat dan fleksibilitas adukan agar tidak mudah retak saat terjadi perubahan suhu air.

4. Pengaplikasian Plesteran

Pada tahap ini, adukan dilempar ke dinding lalu diratakan mengikuti patokan yang sudah dibuat sebelumnya. Plesteran ditekan dengan kuat agar tidak ada rongga udara yang terjebak di dalamnya. Setelah rata, permukaan dihaluskan kembali dengan roskam kayu atau plastik untuk memastikan tekstur yang padat dan siap untuk tahap selanjutnya.

5. Proses Curing (Perawatan)

Plesteran yang terlalu cepat kering akan menyusut secara mendadak dan menyebabkan retak. Setelah kering, kontraktor akan mengecek dinding plesteran tersebut. Hal ini bertujuan untuk mencegah adanya risiko titik lemah kebocoran.

6. Transisi ke Waterproofing

Terakhir, setelah plesteran benar-benar kering secara alami (biasanya minimal 7 hari atau tergantung cuaca), barulah permukaan siap untuk masuk ke tahap pelapisan bahan waterproofing.

Mengapa harus menunggu kering? Karena kelembapan yang terjebak di bawah lapisan anti bocor justru bisa merusak daya rekat material finishing Anda di kemudian hari.

Sriwijaya Pool menjamin proses plester yang kami kerjakan sudah sesuai prosedur, dikerjakan oleh tim profesional, dan menggunakan material berkualitas agar kolam renang tidak mudah retak atau bocor. Kami siap membantu Anda mewujudkan kolam renang yang tidak hanya indah secara tampilan, tapi juga kuat secara konstruksi.

Hubungi kontraktor kolam renang Palembang untuk konsultasi lebih lanjut mengenai proyek Anda di Palembang dan sekitarnya.

FAQ Mengenai Plester Kolam Renang

Mengapa plesteran kolam tidak boleh langsung dipasang keramik?

Plesteran memerlukan waktu curing (pengerasan) minimal 4 hari. Jika dipaksakan, kelembapan yang terjebak akan merusak lapisan waterproofing atau menyebabkan keramik terangkat (popping) akibat penyusutan semen yang belum stabil.

Apa bedanya plesteran dinding biasa dengan plesteran kolam renang?

Plesteran kolam renang menggunakan campuran bonding agent dan pasir yang lebih halus serta bersih. Tujuannya agar hasil lebih padat, kedap air, dan mampu menahan tekanan air ribuan liter secara konstan setiap saat.

Berapa ketebalan ideal untuk plesteran kolam renang?

Ketebalan ideal adalah antara 2 cm hingga 3 cm. Jika terlalu tipis, plesteran mudah retak; jika terlalu tebal (di atas 5 cm) tanpa perkuatan tambahan, plesteran berisiko merosot karena beratnya sendiri.

Scroll to Top