Banyak pemilik kolam renang yang masih sering mengabaikan pentingnya menstabilkan pH air kolam renang. Padahal untuk kesekian kalinya kami sampaikan bahwa hal ini sangatlah penting untuk menjaga air kolam tetap jernih dan nyaman dipakai berenang.

Pernah mengalami kolam tiba-tiba airnya hijau? Itu sebenarnya tidak terjadi instan ada penyebabnya dan salah satunya adalah pH air di kolam Anda tidak stabil.
Alga jadi lebih cepat berkembang dan akhirnya membuat air menjadi hijau seperti rawa. Jadi bagaimana cara menstabilkan pH air kolam renang? Simak penjelasan berikut.
5 Tahapan Menstabilkan pH Air Kolam Renang
Menjaga keseimbangan kimiawi air memerlukan ketelitian dalam urutan pengerjaannya agar bahan kimia yang Anda masukkan bekerja secara efektif.

Kami di Sriwijaya Pool selalu menekankan bahwa kebersihan saja tidak cukup tanpa didukung oleh angka indikator yang ideal. Berikut penjelasannya:
1. Uji Kadar Air (Baseline)
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah melakukan pengukuran angka pasti menggunakan test kit cair atau test strip untuk mengetahui kondisi pH dan Total Alkalinity (TA) terkini.
Rentang pH yang paling nyaman untuk mata dan kulit manusia berada di angka 7,2 hingga 7,6 sedangkan kadar alkalinitas ideal berada di angka 80 hingga 120 ppm.
Sebagai catatan profesional, alkalinitas bertindak sebagai “penjaga” yang mencegah pH naik-turun secara drastis.
2. Atur Alkalinitas Terlebih Dahulu
Kemudian, bagian yang tidak kalah penting adalah memperbaiki kadar alkalinitas sebelum menyentuh angka pH guna memastikan stabilitas air lebih terjaga nantinya.
Jika angka TA berada di bawah 80 ppm, Anda perlu menambahkan Sodium Bicarbonate, namun jika angka TA terlalu tinggi di atas 120 ppm, maka perlu menggunakan Asam Muriat (HCl) untuk menurunkannya.
Memperbaiki alkalinitas terlebih dahulu akan membuat pengaturan pH menjadi jauh lebih mudah dan tidak gampang berubah.
3. Sesuaikan Kadar pH
Setelah alkalinitas stabil di angka 80–120 ppm, Anda bisa mulai mengecek dan menyesuaikan kembali kadar pH air kolam Anda sesuai dengan kebutuhan indikatornya.
Untuk menaikkan pH yang terlalu asam (di bawah 7,2), gunakanlah Soda Ash (Sodium Carbonate) karena bahan ini mampu mendongkrak pH dengan cepat tanpa banyak mengubah struktur alkalinitas yang sudah kita atur. J
ika pH terlalu basa (di atas 7,8), larutkan Asam Muriat dalam ember berisi air lalu tuangkan perlahan ke area kolam yang paling dalam saat pompa menyala.
4. Sirkulasi dan Tes Ulang
Hindari mengambil sampel air sesaat setelah obat dimasukkan karena bahan kimia tersebut membutuhkan waktu tunggu agar bisa menyatu sempurna dengan seluruh volume air.
Biarkan pompa kolam tetap menyala selama minimal 4 hingga 6 jam agar proses sirkulasi dan pencampuran bahan kimia merata ke setiap sudut kolam.
Setelah waktu tunggu sirkulasi selesai, lakukan uji akhir pada airnya; jika angka indikator masih di luar rentang ideal, ulangi proses secara perlahan dengan dosis yang lebih kecil.
5. Perawatan Rutin agar Tetap Stabil
Melakukan tes mingguan setidaknya 1-2 kali sangat disarankan untuk mendeteksi perubahan kimiawi air lebih dini, terutama setelah wilayah Anda diguyur hujan lebat atau setelah kolam digunakan banyak perenang.
Perlu Anda ketahui bahwa fitur air seperti air mancur atau waterfall yang menyala terus-menerus bisa menyebabkan pH naik secara alami akibat pelepasan CO2 ke udara.
Selain itu, pastikan Anda segera menyerok daun atau kotoran organik yang masuk agar proses pembusukan sampah tidak merusak keseimbangan air menjadi terlalu asam.
Baca juga: Perawatan Kolam Renang Berukuran Besar, Harus Cek Ini Dulu!
Apa yang Sebaiknya Tidak Dilakukan Saat Menstabilkan pH Air?
Menghindari kesalahan fatal saat mencampur bahan kimia sangat penting untuk menjaga kejernihan air dan keamanan perenang.
Melakukan tindakan yang gegabah tidak hanya membuat air semakin keruh, tetapi juga berisiko merusak efektivitas obat sirkulasi yang Anda masukkan. Berikut penjelasannya:
- Jangan Abaikan Alkalinitas: Mengabaikan Total Alkalinity sebelum memperbaiki pH adalah kesalahan umum. Jika angka alkalinitas tidak seimbang, angka pH akan terus berubah dan sulit mencapai angka stabil.
- Jangan Tuang Air ke Dalam Asam: Selalu masukkan bahan kimia ke dalam ember yang sudah berisi air, jangan sebaliknya, untuk menghindari reaksi percikan yang membahayakan mata atau kulit.
- Jangan Campur Bahan Kimia: Dilarang mencampur jenis obat kolam yang berbeda dalam satu wadah karena interaksi kimianya bisa menciptakan gas beracun yang mematikan.
- Jangan Over-dosis: Memasukkan semua takaran sekaligus adalah langkah yang salah. Masukkan setengahnya dulu, biarkan sirkulasi bekerja selama 6 jam, lalu tes lagi untuk melihat perubahannya secara bertahap.
- Jangan Tes Air Terlalu Cepat: Pengujian yang dilakukan terlalu dini tidak akan memberikan hasil akurat karena bahan kimia belum tersebar merata oleh sistem sirkulasi pompa.
Catatan:Gunakan sarung tangan dan masker saat menggunakan chemical kolam renang.
Butuh Bantuan? Hubungi Tim Sriwijaya Pool
Jasa perawatan kolam renang Sriwijaya Pool tersedia di Palembang dan sekitarnya, siap membantu menstabilkan pH air kolam renang dan menjaga air tetap jernih serta aman.
Kami memahami bahwa menjaga keseimbangan kimiawi air membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra yang mungkin tidak sempat Anda lakukan sendiri. Tim kami hadir dengan jasa perawatan kolam renang rutin yang komprehensif untuk memastikan kondisi air kolam Anda selalu dalam standar kesehatan yang ideal bagi seluruh keluarga.
Hubungi kami melalui untuk mendapatkan layanan survei dan konsultasi mengenai kondisi air kolam Anda. Apakah Anda ingin tim Sriwijaya Pool datang minggu ini untuk melakukan pengecekan kadar kimia air kolam renang?
