Perbedaan In-Ground Pool dan Above Ground Pool, Pilih Mana?

Mungkin masih banyak di antara pembaca yang belum tahu perbedaan in-ground pool dan above ground. Seringkali yang kita bahas adalah sirkulasi overflow atau skimmer, tapi kelihatannya jarang yang membahas model kolam renang jika dilihat dari desain strukturalnya.

Perbedaan In-Ground Pool dan Above Ground Pool

Padahal menurut kami, memahami perbedaan kolam renang in-ground dan di atas tanah itu penting. Karena kaitannya erat dengan estetika sekaligus kenyamanan Anda nantinya.

Jadi sebenarnya apa perbedaan in-ground pool dan above ground? Simak penjelasan berikut agar Anda tidak salah pilih saat merencanakan pembuatan kolam renang idaman.

Perbedaan In-Ground Pool dan Above Ground Pool, Sudah Tahu Belum?

Memilih antara kolam yang tertanam di tanah atau yang berdiri di atas permukaan lantai bukan hanya soal tampilan luar.

Ada aspek teknis dan rekayasa bangunan yang sangat berbeda di antara keduanya. Sebagai tim yang sudah lama menangani konstruksi, kami akan coba bedah perbandingannya satu per satu.

1. Rekayasa Struktur (Kekuatan Dinding)

Pada kolam in-ground (tanam), dinding betonnya bekerja sama dengan tekanan tanah di sekelilingnya. Tanah membantu menahan beban air dari luar, sehingga struktur beton seolah “terjepit” dengan stabil.

Berbeda halnya dengan model above-ground atau beton ekspos. Karena berdiri sendiri, dinding beton harus dibuat jauh lebih tebal dan menggunakan pembesian yang lebih rapat.

Dinding ini harus mampu menahan beban ribuan liter air tanpa bantuan sokongan tanah di luarnya. Istilah teknisnya, ini disebut sebagai struktur self-supporting. Apakah Anda sudah mempertimbangkan ketebalan dinding yang dibutuhkan jika memilih model ini?

2. Proses Konstruksi & Gangguan Lahan

Proses in-ground memerlukan ekskavasi atau penggalian besar-besaran. Ini adalah tahap yang paling kotor, berisik, dan memakan waktu karena Anda harus memindahkan berton-ton tanah dari halaman.

Di sisi lain, model above-ground tidak perlu menggali sedalam kolam tanam, namun memerlukan fondasi pelat beton (landasan) yang sangat kuat dan rata sempurna. Jika landasannya miring sedikit saja, risiko beton retak karena beban air yang tidak merata sangat tinggi.

Kami selalu menekankan ketelitian pada tahap fondasi ini agar kolam tidak bermasalah di kemudian hari.

2. Estetika dan Desain 

Kolam in-ground memberikan kesan mewah dan luas karena permukaan air sejajar dengan lantai (decking). Model ini sangat cocok untuk konsep infinity pool atau kolam yang seolah menyatu dengan taman.

Sementara itu, above-ground memberikan kesan industrial atau modern minimalis. Karena dinding betonnya terlihat dari luar, Anda bisa memberikan finishing cantik seperti batu alam, semen poles, atau panel kayu di sisi luarnya.

Dengan begitu, kolam akan tampak seperti “wadah raksasa” yang berdiri kokoh di tengah halaman rumah Anda.

4. Biaya dan Nilai Properti

Secara mengejutkan, kolam beton di atas tanah tidak selalu lebih murah. Meski menghemat biaya gali, Anda harus mengeluarkan biaya lebih untuk memperkuat struktur dinding dan memberikan finishing pada sisi luar beton yang terekspos.

Dari sisi nilai jual properti, kolam beton tanam biasanya memberikan kenaikan nilai yang lebih stabil. Hal ini dikarenakan kolam tanam dianggap sebagai fitur permanen yang menyatu secara utuh dengan lanskap dan bangunan rumah.

Baca juga: 5 Pilihan Desain Bentuk Kolam Renang yang Banyak Dipilih

5. Aksesibilitas & Perawatan

Model in-ground lebih mudah diakses karena Anda tinggal melangkah masuk, namun perlu perhatian ekstra jika ada anak kecil atau hewan peliharaan.

Dari sisi teknis, perawatan pipa pada kolam di atas tanah justru seringkali lebih mudah. Mengapa demikian?

Karena pipa-pipa tidak tertimbun tanah, sehingga jika sewaktu-waktu ada kendala, titik masalahnya bisa langsung terlihat dan diperbaiki tanpa harus membongkar lantai atau tanah.

Perbandingan In-Ground vs Above-Ground

Fitur UtamaKolam Beton Tanam (In-Ground)Kolam Beton Atas Tanah (Above-Ground)
Struktur DindingDidukung oleh tekanan tanah di sekelilingnya.Harus mandiri dengan tulangan besi lebih kuat.
Penggalian TanahMasif dan dalam; memerlukan alat berat.Minimal; hanya untuk fondasi atau perataan dasar.
EstetikaMenyatu dengan lanskap, terlihat luas dan mewah.Terlihat menonjol; memberikan kesan arsitektural.
KedalamanBisa dibuat bervariasi (landai atau area diving).Biasanya memiliki kedalaman rata (flat bottom).

Mana yang Terbaik In-Ground Pool atau Above Ground?

Sebenarnya keduanya bagus, ini hanya soal minat dan preferensi Anda. Namun jika dilihat dari tingkat popularitas, model kolam renang in-ground memang jauh lebih banyak dipilih di Indonesia karena kesan klasiknya yang mewah.

Sedangkan model above ground mulai diminati oleh pemilik rumah yang ingin mencoba konsep baru yang lebih modern dan berani menonjolkan bentuk fisik kolam.

Jadi, singkatnya bukan mana yang terbaik secara mutlak, tapi lebih ke pertanyaan: “Anda lebih suka model yang mana?” Keduanya memiliki tantangan teknis tersendiri yang harus ditangani oleh ahlinya agar konstruksinya awet puluhan tahun.

Apapun model kolam renang yang ingin dibuat, jangan lupa untuk menghubungi kontraktor profesional seperti Sriwijaya Pool. Kami siap mengerjakan model kolam renang in-ground maupun above ground dengan ketelitian tinggi.

Pengalaman lebih dari 15 tahun membuat kami paham betul dengan berbagai kondisi struktural yang dibutuhkan untuk masing-masing tipe kolam.

Hubungi kami untuk mulai mendiskusikan konsep mana yang paling pas untuk halaman rumah Anda. Kami akan buatkan rincian pengerjaannya secara transparan!

Scroll to Top